Cheats & Hints Need for Speed Underground 2

Masukkan kode cheat ini tanpa spasi saat menekan ENTER sebelum memasuki profile
Cheat Effect
gimmevisual1 Unlocks Visual Upgrades Tier 1
gimmevisual2 Unlcoks Visual Upgrades Tier 2
needperformance1 Unlocks Performance Upgrades Tier 1
needperformance2 Unlcoks Performance Upgrades Tier 2
goforoldspice Unlocks Old Spice Sponsor Vinyl *works in career*
needmybestbuy Unlocks Best Buy Sponsor Vinyl *works in career*
gotmycingular Unlocks Cingular Sponsor Vinyl * works in career*
gottahavebk Unlocks Burger King Sponsor Vinyl *works in career*
gottaedge Unlocks Edge Sponsor Vinyl *works in career*
ordermebaby Gives $1,000 to start Career mode, and Unlocks Nissan Skyline and Mazda RX-8 in Quick Race
opendoors The Doors sponsor car
yodogg Snoop Dogg sponsor car
wannacapone Capone sponsor car
shinestreetbright ShinestStreet sponsor car
wantmyd3 D3 sponsor car
davidchoeart David Choe sponsor car
tunejapantuning Japantuning sponsor car
gimmechingy Chingy Navigator sponsor car
gottaedge Edge vinyl in Career mode
regmybank Extra 200 in the bank in Career Mode


Selamat mencoba

DOWNLOAD VIDEO DARI WEBSITE DENGAN KEEPVID.COM

Buat kamu yang doyan download video dari web, pasti punya downloader seperti torrent, bearshare, dan lain-lain. sayangnya software jenis ini biasanya harus diinstal terlebih dulu dikomputer untuk memudahkan dan mempercepat proses download. kalo mau yang ga repot, berikut ini tips men-download video langsung dari web. anda bisa mencoba link berikut : www.keepvid.com.
anda tiggal membuka video yang anda temukan di web, buka juga www.keepvid.com, kembali kevideo dan copy link tautannya ke keepvid.com. klik download.

selamat mencoba

Portable Aps ; Aplikasi Potable GRATIS!!

Dijaman secanggih ini, trend untuk memiliki segala sesuatu secara pribadi sudah menjadi semacam kewajiban. kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat kita membutuhkan sesuatu yang ringkas, simpel dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita. salah satu contoh kemajuan teknologi yang dimaksud adalah aplikasi yang terdapat pada komputer. seringkali ketika kita mempunyai program/permainan/aplikasi kesayangan hanya bisa kita nikmati dirumah. memang banyak orang kini beralih ke komputer jinjing / laptop yang 'katanya' lebih ringkas dan bisa dibawa kemana-mana, tetapi banyak juga dari kita yang tidak bisa menikmati fasilitas itu karena masih mahalnya harga perangkat tersebut. so tidak adakah solusi lain??
upssss.. tenang,
berikut ini saya ingin berbagi pengetahuan kepada yang belum tahu, yang sudah tau idem aja ya, tentang perangkat lunak komputer yang bisa dibawa kemana-mana dan sudah tentu sangat ringkas.bentuknya bukan hardware, tapi software.
kamu bisa punya banyak aplikasi, game, software dan lain dan lain dan tak perlu repot karena faktor beban ataupun ukuran. karena aplikasi ini dapat di instal di flash disk atau external hardisk kamu. dan tak perlu beli karena software ini GRATIS

ko bisa ??

ya iyalah, namanya juga teknologi

caranya???


gampang, aplikasi "GRATIS" ini namanya Portable aps . tipenya ada tiga; platform only, Suite light, dan Suite Standard. dari ketiga tipe tadi, kapasitasnya berbeda-beda. yang paling tinggi adalah suite standard yang file zipnya berukuran 124 mb dan setelah terinstal mencapai 300 mb. jadi kalo flashdisk kamu ingin dipasang aplikasi ini paling tidak ukurannya adalah 1 GB. untuk mendapatkan file zipnya klik disini, setelah selesah men-download file zip-nya, extrak file zip tersebut ke komputer dan install. Arahkan direktori installernya ke flashdisk kamu, dan ikuti petunjuk selanjutnya. setelah proses intalasi selesai, berarti kamu dah punya aplikasi pribadi yang bisa kamu bawa kemana-mana.
Catatan: aplikasi ini membutuhkan komputer untuk mengaksesnya, tapi jangan khawatir, karena aplikasinya tidak akan mengganggu aplikasi komputer yang di tumpangi.

Beberapa aplikasi yang terdapat dalam portable aps antara lain :
- Mozilla Firefox, Portable Edition (web browser)
- Mozilla Thunderbird, Portable Edition (email)
- Mozilla Sunbird, Portable Edition (calendar/tasks)
- ClamWin Portable (antivirus)
- Pidgin Portable (instant messaging)
- Sumatra PDF Portable (PDF reader)
- KeePass Portable (password manager)
- Sudoku Portable (game)
- Mines-Perfect Portable (game)
- CoolPlayer+ Portable (audio player)
- PNotes Portable (notes)
- OpenOffice.org Portable (office suite)
- Writer (word processor)
- Calc (spreadsheet)
- Impress (presentations)
- Base (database utility)
- Draw (drawing)
dan banyak aplikasi lain yang tidak kalah seru.
SIMPEL, EFISIEN dan GRATIS tis tis tis

mau coba??

Sekilas Tentang EV-DO (evolution data optimized)

EVDO adalah sebuah metode telekomunikasi untuk tranmisi data wireless melewati sinyal radio, yang menggunakan teknik multiplexing termasuk CDMA (Code Division Multiple Access) EVDO telah memiliki standard dari 3rd Generation Rartnertship Project 2 (3GPP2) yang adalah standard CDMA2000,
Teknologi ini merupakan evolusi dari standard CDMA2000 (IS-2000) yang didukung kecepatan data dan dapat disebarkan oleh layanan wireless. Channel EVDO mengusung bandwith 1,25MHz, bandwith ini setara dengan penggunaan IS-95A (IS-95) dan IS-2000 (IxRTT). Yang berbeda hanya pada Struktur channelnya.
Fitur EVDO, jaringan CDMA2000, telah menyediakan akses ke mobile device dengan kecepatan interface link forward 2,4 Mbit/s dengan rev.O dan sampai dengan 3.1 Mbit/s dengan Rev.A. Reverse link untuk Rev.O dapat beroperasi sampai dengan 153 kbit/s, sementara itu Rev.A dapat beroperasi sampai dengan 1.8 Mbit/s.

High-Speed Downlink Packet Access - HSDPA

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah protokol telepon genggam yang sering disebut sebagai teknologi 3,5G.

HSDPA berkembang cukup pesat. pada tahap awal kapasitasnya mencapai 4,1 Mbps. pada tahap kedua kapasitasnya naik hingga mencapai 11 Mbps dan kapasitas maksimal downlink peak data rate hingga mencapai 14 Mbit/s. Teknologi ini dikembangkan dari WCDMA sama seperti EV-DO yang mengembangkan CDMA2000. HSDPA menyajikan konteks baru untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) sebuah evolusi komunikasi yang memungkinkan untuk penggunaan kapasitas data sampai 14,4 Mbit/detik.

Sampai saat ini penggunaan teknologi HSDPA masih sebatas komunikasi arah bawah menuju telepon genggam. Kecepatan download data
di lingkungan perumahan kurang lebih berkecepatan 3,7 Mbps.
Sementara dalam keadaan bergerak dengan kecepatan kurang lebih 100 km/jam kita dapat mengakses internet dengan kecepatan 1,2 Mbps.
Di lingkungan yang padat pengguna seperti perkantoran dan tempat umum seperti mall dll kita dapat mengakses data dengan perkiraan kecepatan sekitar 300 Kbps.

Kelebihan dari HSDPA sendiri adalah mengurangi tertundanya pengambilan data (delay) dan memberikan umpan balik yang lebih cepat saat pengguna menggunakan aplikasi seperti mobile office atau akses Internet kecepatan tinggi seperti bermain game atau audio dan video. HSDPA mampu meningkatkan kapasitas sistim tanpa memerlukan spektrum frekuenstambahan. pengaruhnya cukup besar dalam mengurangi biaya layanan mobile data secara signifikan.
jadi pengguna jaringan telekomunikasi mobile tak perlu takut biaya akses data membengkak.jadi pengguna jaringan telekomunikasi mobile tak perlu takut biaya akses data akan membengkak.

Browser Opera Portable

Guys, ni ada aplikasi portable yang bisa kamu simpen di flash disk. Namanya Opera@USB. browser Opera versi portabel ini bisa langsung dijalankan dari USBdrive (flash disk) tanpa harus nginstall dulu. Fiturnya ga jauh ko ma versi desktopnya. So kenapa ga dicoba aja.
Buat dapetinnya klik aja di sini. Nanti bakalan dapet file zip. Extrak ke flasdiskmu dan tarrra...... Opera browserpun kebuka. Simpell, n ga usah khawatir kalau pake komputer orang alias minjem... he...

Mengatur Iklan Adsense Anda

Jika sebelumnya Anda telah mendapatkan kode iklan, maka Anda akan melihat beberapa perubahan di account dengan fitur terbaru dari google. Fitur manajemen iklan baru ini dapat digunakan untuk menyimpan rincian tentang unit AdSense, termasuk ukuran, warna, dan pengaturan saluran iklan di server kami. Dengan menyimpan rincian tersebut di server google, bukan di kode iklan pada halaman, Anda dapat melakukan perubahan terhadap unit AdSense pada halaman dari account Anda.

Baca rincian lengkap di bawah ini tentang fitur manajemen iklan baru serta pengaruhnya terhadap Anda.

Apakah yang berbeda dengan cara saya membuat iklan?

Kini google menawarkan pilihan untuk membuat unit AdSense baru yang dapat disesuaikan dan diperbarui dalam account Anda agar perubahannya terlihat secara langsung di situs Anda. Bila Anda membuat unit AdSense baru, rincian unit iklan tersebut (seperti warna dan saluran) akan disimpan dalam account AdSense Anda. Dengan demikian, Anda memperoleh manajemen iklan yang lebih cepat dan mudah untuk melakukan perubahan pada unit AdSense dengan cepat tanpa perlu menyisipkan ulang kode iklan atau melakukan perubahan tambahan pada halaman tersebut.

Perlu diketahui bahwa saat ini pilihan pengelolaan iklan dari account Anda hanya tersedia bagi unit AdSense untuk konten dan arahan.

Bagaimana cara membuat unit AdSense?

Untuk membuat unit AdSense baru yang dapat dikelola dalam account Anda, ikuti langkah-langkah di bawah ini. (Anda yang sebelumnya telah mendapatkan kode akan terbiasa dengan beberapa langkah pertama.)

1. Sign in ke account Anda di http://www.google.com/adsense
2. Dalam tab Konfigurasi AdSense, pilih link Dapatkan Iklan.
3. Pilih AdSense untuk konten sebagai produk. Saat ini unit AdSense baru hanya tersedia bagi AdSense untuk konten.
4. Pilih jenis, format, warna, dan saluran iklan sama seperti yang Anda gunakan sebelumnya.
5. Berikan nama yang mudah diingat untuk unit AdSense Anda. Sebaiknya sertakan situs, halaman, atau lokasi yang akan menempatkan unit AdSense tersebut, sehingga Anda dapat dengan mudah mengidentifikasinya di lain waktu jika ingin melakukan pembaruan.
6. Klik Kirim dan Dapatkan Kode.
7. Salin dan sisipkan kode yang baru didapatkan ke situs Anda.

Bagaimana cara mengelola unit AdSense yang ada?

Untuk mengelola unit AdSense yang telah Anda buat, cukup lakukan langkah-langkah berikut:

1. Sign in ke account Anda di http://www.google.com/adsense.
2. Dalam tab Konfigurasi AdSense, kunjungi halaman Kelola Iklan.
3. Pada halaman tersebut, Anda akan melihat daftar unit AdSense aktif - unit yang baru saja dibuat atau menerima tayangan dalam 7 hari terakhir. (Anda dapat melihat daftar lengkap dengan memilih kotak centang di sebelah 'Tampilkan unit AdSense tidak aktif'.) Pilih unit AdSense yang akan diperbarui.
4. Ubah pengaturan untuk unit tersebut, kemudian gunakan pratinjau untuk melihat perubahannya. Simpan perubahan Anda.

Setelah disimpan, perubahan akan terlihat dalam unit AdSense ini pada setiap halaman yang berisi kode unit AdSense tersebut. Perlu diketahui bahwa biasanya diperlukan waktu 10 menit agar server kami mengetahui perubahan tersebut dan mencerminkannya pada halaman Anda.

Bagaimana jika saya telah memiliki unit iklan yang disukai? Apakah saya harus mengulang kembali konfigurasi?

Jika saat ini Anda memiliki unit iklan yang ingin tetap digunakan, Anda tidak perlu mengulang kembali seluruh proses pemilihan pengaturan dan warna iklan. Namun, Anda dapat dengan mudah meng-upgrade kode iklan dalam account menggunakan pilihan impor kode.

1. Cari, kemudian salin kode di situs yang akan Anda perbarui.
2. Sign in ke account AdSense Anda, lalu buka tab Konfigurasi AdSense.
3. Pada halaman Kelola Iklan di bawahnya, Anda akan melihat pilihan Impor kode AdSense lama. Klik link tersebut.
4. Pada halaman hasil, sisipkan kode iklan yang ada ke kotak, kemudian berikan nama yang mudah diingat (sebaiknya sertakan situs, halaman, lokasi, dan/atau tampilan pada nama).
5. Klik Simpan dan dapatkan kode untuk membuat unit AdSense baru dengan pengaturan yang sama persis.
6. Ganti kode lama pada halaman dengan kode yang baru didapatkan, kemudian simpan halaman Anda.

Di masa mendatang, Anda dapat melakukan perubahan terhadap unit AdSense baru ini dari account, tanpa memperbarui halaman.

Tips Perawatan Komputer

Jika anda adalah pengguna komputer aktif, yang menjadikan komputer sebagai penyimpan data-data yang penting. selain mengatisipasi rusaknya file-file penting oleh software / perangkat lunak yang tidak di inginkan, ada baiknya juga anda memperhatikan bagian hardware / perangkat kerasnya. berikut ini saya coba berikan beberapa tips agar hardware / perangkat keras komputer lebih efisien dan aman. tip sederhana yang mungkin berguna.

1. Gunakan UPS
Listrik yang tidak stabil, voltase yang turun-naik atau bahkan mati tiba-tiba akan berdampak kurang baik pada komputer atau PC anda, dampak yang paling dominan yaitu pada rusaknya Power Supply, rusaknya Hardisk, bahkan Morherboard. yang paling riskan adalah hardisk, hardisk perlu kesetabilan saat bekerja, bila tiba-tiba listrik mati terjadilah kejutan yang bisa menyebabkan tergoresnya track recording (media penyimpan data), maka timbulah bad sector, bad sector hanya bisa dilihat jika kita check lewat scandisk. bad sector tidak bisa di isi file untuk operasional system maupun menyimpan data, sehingga akan mengurangi kapasitas hardisk itu sendiri. Karena itu di usahakan agar disediakan UPS atau External battery sebagai pengaman bila terjadi mati lampu maka komputer tetap hidup untuk beberapa waktu, sehingga masih ada kesempatan untuk mematikan komputer sesuai prosedur.
2. Gunakan Stavolt/stabilier
Sebenarnya UPS sudah menyediakan stavolt (penstabil naik-turun tegangan), tetapi yang tidak termasuk stavolt di dalamnya maka lebih baik disediakan stavolt tambahan sebagai stabilizer, sehingga walau tegangan listrik naik-turun pun, tidak mengganggu keamanan komputer sendiri.
3. Lakukan pembersihan
biasanya CPU (Central Processing Unit)di letakkan di samping meja/dilantai sehingga memungkinkan masuknya debu kedalam CPU. sebagai catatan, Debu bisa bersifat sebagai penghantar panas, sehingga apa bila komponen CPU , misalnya Prosesor, walau tersembunyi debu bisa masuk juga, memori/ RAM sering kali kena debu, sehingga mengakibatkan kinerja komputer jadi lemot / ngadat / hang atau bahkan komputer tidak bisa dinyalakan / timbul suara beep…. jika hal ini terjadi, segera bersihkan kompenen tersebut Diperbolehkan menggunakan air, tetapi sebelum dipasang, yakinkan hardware tersebut benar benar kering. kemudian pasang kembali dan nyalakan.
4. Hindari kena Air
maksunya adalah, hindari komputer yang dalam posisi menyala terkena air. hal ini bisa disebabkan oleh cpu tidak di berikan pelindung, meskipun komputer memiliki cassing. selanjutnya keyboard tersiram air minum.
5. sesuaikan Voltase
Untuk di Indonesia voltase memakai 220 volt, tapi untuk komputer produk Jepang masih 110 volt, sehingga bila menyalakan komputer produk Jepang, jangan lupa sediakan adapter untuk menurunkan voltase dari 220 ke110 volt. kalau tidak wah….kebakar pasti!…
6. Sengatan petir
untuk daerah rawan petir, terutama jaringan komputer yang terhubung menara yang tidak dilengkapi penangkal petir, berbahaya bila terkena petir akan merembet keseluruh jaringan. karena itu sediakan penangkal petir lebih baik atau putuskan koneksi komputer dari aliran listrik saat hujan.
7. Jauhkan dari medan magnetik, medan magnetik bisa mengganggu performa CPU juga monitor.
8. tattara.....
sekian tips singkat ini, semoga bermanfaat.

Dapatkan juga tips lain seputar komputer di blog ini.
akses di :

MSDS Oxigen

Part 1: Chemical Product and Company Identification
Substance: Oxygen, Refrigerated Liquid
Trade Names/synonims: Liquid oxygen; LOX; Oxygen; Oxygen, Pressurized liquid UN 1073; STCC 4904360; RTECS RS2060000
Chemical family: inorganic gas
COMPANY: PT ANEKA GAS INDUSTRI
Wisma 77 Lt.6 Jl. S. Parman Kav.77, Jakarta Barat 11410
PHONE: 62-21 53670071
Creation date: 12 December 2005
Part 2: Composition, Information on ingredients
Components: oxygen, refrigerated liquid CAS Number: 7782-44-7 EC Number (EINECS): 231-956-9 EC Index Number: 008-001-00-8 Percentage: 100
Part 3: Hazards Identifications
NFPA RATINGS (Scale 1-4): Health=3, Fire=0, Reactivity=0, Emergency overview; Physical Description: Odorless, light blue liquid. Major health hazards: No significant target effects reported Physical hazards: Containers may rupture or explode if exposed to heat. Strong oxidizer. Contact with combustible material may cause fire. Potential health effects: inhalation: short term exposure: irritation, nausea, asthma, irregular heart beat, dizziness, tingling sensation, dilated pupils, blindness, lung congestion, blood disorders, convulsions Long term exposure: Chest pain, lung damage Skin contact: short term exposure: blisters, frostbite Long term exposure: no information on significant adverse effects Eye contact: short term exposure: irritation, blurred vision Eye contact: long term exposure: no information on significant adverse effects Ingestion: short term exposure: frost bite Long term exposure: no information is available Carcinogen status: OSHA: No. NTP: No. IARC: No.
Part 4: First Aid Measures
Inhalation: If adverse effects occur, remove to uncontaminated area. Give artificial respiration if not breathing. Get immediate medical attention. Skin contact: if frostbite or freezing occur, immediately flush with plenty of lukewarm water (41-46oC). DO NOT USE HOT WATER. If warm water is not available, gently wrap affected parts in blankets. Get immediate medical attention. Eye contact: Wash eyes immediately with large amounts of water, occasionally lifting upper and lower lids, until no evidence of chemical remains. Get immediate medical attention. Ingestion: If a large amount is swallowed, get medical attention Note to physician: For inhalation, consider oxygen
Part 5: Fire Fighting Measures
Fire and explosion hazards: negligible fire hazard. Oxidizer. May ignite or explode on contact with combustible materials. Containers may rupture or explode if exposed to heat. Extinguishing media: carbon dioxide, regular dry chemical. Large fires: use regular foam or flood with fine water spray. Fire fighting: move container from fire area if it can be done without risk. Cool containers with water spray until well after the fire is out. Stay away from the ends of tanks. For fires in cargo or storage area: Cool containers with water from unmanned hose holder or monitor nozzles until well after fire is out. If this is impossible then take the following precautions: Keep unnecessary people way, isolate hazard area and deny entry. Let the fire burn. For tank, rail car or tank truck, evacuation radius is 800 meters. Flash point: No date available
Part 6: Accidental Release Measures
Occupational release: Avoid contact with combustible materials. Do not touch spilled material. Stop leak if possible without personal risk. Keep unnecessary people away, isolate hazard area and deny entry.
Part 7: Handling and Storage
Storage: store and handle in accordance with all current regulations and standards. Protect from physical damage. Protect from physical damage. Keep separated from incompatible substances. Store in a cool, dry place. Store outside or in a detached building.
Part 8: Exposure Controls, Personal Protection
Exposure Limits: Oxygen refrigerated Liquid: No occupational exposure limits established. Ventilation: Based on available information, additional ventilation is not required. Ensure compliance with applicable exposure limits. Eye Protection: Eye protection not required but recommended. For the liquid: wear splash resistant safety goggles. Contact lenses should not be worn. Provide an emergency eye wash fountain and quick drench shower in the immediate work area. Clothing: Protective clothing is not required. For the liquid: wear appropriate protective, cold insulating clothing. Gloves: Wear insulated gloves Respirator: Under conditions of frequent use or heavy exposure, respiratory protection may be needed. Respiratory protection is ranked in order from minimum to maximum. Consider warning properties before use. For unknown concentrations or immediately dangers to life or health - any supplied-air respirator with full face-piece and operated in a pressure-demand or other positive pressure mode in combination with a separate escape supply. Any self-contained breathing apparatus with a full face-piece
Part 9: Physical and Chemical Properties
Physical Description: Odorless, light blue liquid Molecular weight: 31.9988 Molecular formula: O2 Boiling point: -183 C (-297 F) Freezing point: -218 C (-360 F) Vapor pressure: 760 mmHg @ -183 C Vapor density (air=1): 1.1 Specific gravity (water=1): 1.1407 @ -183 C Water solubility: 3.2% @ 25 C PH: Not applicable Volatility: 100% Odor treshold: Not availble Evaporation rate: Not applicable Viscosity: 0.0156 cP @ -173 C Coefficient of water/oil distribution: Not applicable Solvent solubility: Soluble: alcohol
Part 10: Stability and Reactivity
Reactivity: Stable at normal temperatures and pressure: Conditions to avoid: Avoid contact with combustible materials. Containers may rupture or explode if exposed to heat. Incompatibilities: combustible materials, halo carbons, metals, bases, reducing agents, amines, metal salts, oxidizing materials. Oxygen: Acetaldehyde: rapid oxidation progressing to explosion. Acetylene: mixtures of the gases may explode on heating or compression; the liquids form a powerful explosive. Poly (Acrylonitrile-butadiene): Forms impact-sensitive mixture with the liquid.. Sec-alcohols: Forms explosive peroxides. Alkali metals: ignition. Alkaline-earth phosphides: incandescence on heating. Allylic compounds: may form explosive peroxides. Aluminum borohydride: explosive reaction. Ammonia: possible explosion. Beryllium borohydride: explosive reaction. Boron arsenotribromide: ignites on contact with the gas. Boron trichloride: vigorous reaction on sparking. Buten-3-yne: forms explosive peroxides. Carbon: may ignite in the gas; form explosive mixtures with the liquid. Carbon disulfide: possible ignition. Carbon monoxide (liquid): forms explosive mixture with the liquid. Chlorotrifluoroethylene: form explosive peroxides. Combustible materials: the flammability of combustible compounds greatly increases with an increase in oxygen concentration; some materials may become spontaneously combustible or explosive. Contact of combustible compounds with liquid oxygen is likely to result in a dangerous explosion. Cyanogen (liquid): Forms explosive mixture with the liquid. Cyclohexane-1,2-Dione Bis (phenylhydrazone): forms explosive compound. Cyclooctatetraene: may form explosive peroxides. Diborane: explosive mixture on heating. Diboron tetrafluoride: explosive mixture. Dimethylketene: forms explosive peroxide. Dimethyl sulfide: explosive reaction above 210 C. Dioxane: may form explosive peroxides. Ethers: may form explosive peroxides. Flammable materials: the flammability of materials greatly increases as the oxygen concentration increases; some compounds may become spontaneously combustible or explosive. Contact with liquid oxygen is likely to result in dangerous explosions. Fluorine + hydrogen: explosive mixture. Halogenated hydrocarbons: many halogenated hydrocarbons ignite or explode with the gas under pressure; contact with the liquid may result in a dangerous explosion. Hydrazine: forms explosive mixtures. Hydrocarbons: mixtures with the gas may ignite or explode particularly under pressure or when heated; contact with the liquid is likely to result in a dangerous explosion. Hydrogen: explosive mixture, particularly in the presence of a catalyst. Hydrogen sulfide: explosive mixture. Lithiated dialkylnitrosamines: may form explosive compounds. Lithium hydride (powder): very powerful explosive with the liquid. Metal halides: ignition. Metal hydrides: ignition or explosion. Methane (liquid): forms of explosive mixture with the liquid. METHOXYCYCLOOCTATETRAENE: Forms explosive compound. NICKEL CARBONYL: Ignites or explodes at low pressure. NITROGEN (LIQUID): Explosive if subjected to radiation. NON-METAL HYDRIDES: May ignite or explode. OXYGEN DIFLUORIDE: Explosive mixture. PHENYLDICHLOROAMINE: Explosive reaction. PHOSPHINE: Forms explosive mixture. PHOSPHOROUS: Vigorous reaction. PHOSPHORUS TRIBROMIDE: Explosive reaction. PHOSPHOROUS TRIFLUORIDE: Explosive reaction. PHOSPHOROUS TRIOXIDE: Ignition. POLY(CYANOETHYLSILOXANE): Forms impact sensitive mixture with the liquid. POLY(DIMETHYLSILOXANE): Forms impact sensitive mixture with the liquid. POLYSTYRENE: Forms impact-sensitive mixture with the liquid. POLYMERS: Contact with the liquid may result in rapid, hazardous oxidation with possible explosions. POTASSIUM CARBONYL: Violent reaction. POTASSIUM PEROXIDE: Violent reaction. PROPYLENE OXIDE: Explosive mixture. SILANE + CHLORINE: Explosive mixture. SILANES: Ignition or explosion. STYRENE: Forms explosive peroxide. TEFLON (POLYTETRAFLUOROETHYLENE): Ignites at high temperature and reduced pressure. TETRABORON DECAHYDRIDE: Explosive mixture. TETRAFLUOROETHYLENE: Forms explosive peroxides. TETRAFLUOROHYDRAZINE: Explosion in the presence of organic matter. TETRAHYDROFURAN: Forms explosive peroxides. TETRAPHOSPHORUS HEXAOXIDE: Ignition. TRIRHENIUM CHLORIDE: May form explosive chlorine oxides on heating. VINYL COMPOUNDS: May form explosive peroxides. POLYMERIZATION: Will not polymerize
Part 11: Toxicological Information
OXYGEN, REFRIGERATED LIQUID: TOXICITY DATA: 100 pph/14 hour(s) inhalation-human TCLo; 100 pph/24 hour(s)-3 day(s) continuous inhalation-rat TCLo; 95 pph/24 hour(s)-2 day(s) continuous inhalation-rat TCLo MUTAGENIC DATA: cytogenetic analysis - human lymphocyte 40 pph 4 day(s); cytogenetic analysis - hamster ovary 20 pph 3 day(s)-continuous; cytogenetic analysis - hamster lung 80 pph; sister chromatid exchange - hamster ovary 20 pph; mutation in mammalian somatic cells - hamster lung 95 pph 24 hour(s); cytogenetic analysis - chicken embryo 80 pph REPRODUCTIVE EFFECTS DATA: 12 pph inhalation-woman TCLo/10 minute(s) 26-39 week(s) pregnant female continuous; 10 pph inhalation-rat TCLo/12 hour(s) 22 day(s) pregnant female continuous; 10 pph inhalation-rat TCLo/9 hour(s) 22 day(s) pregnant female continuous; 10 pph inhalation-mouse TCLo/24 hour(s) 8 day(s) pregnant female continuous ADDITIONAL DATA: Toxic action is greatly enhanced by exercise or by presence of moderate amounts of carbon dioxide. HEALTH EFFECTS: INHALATION: ACUTE EXPOSURE: OXYGEN: Pure oxygen, especially if not properly humidified, may cause mucous membrane irritation and pulmonary edema after 24 hours. Air normally contains 20-21% oxygen. As exposure to higher concentrations and/or greater than atmospheric pressure continues symptoms of toxicity may develop and increase in severity. Respiratory system effects may include a progressive decrease in vital capacity, tightness in the chest and discomfort, coughing, congestion, tracheobronchitis, pneumonia, edema, atelectasis and increased depth of respiration, rapid panting or asthma-like attacks, apnea in inspiratory position, fibroblastic proliferation, and hyperplasia of alveolar cells. Cardiovascular system effects may include bradycardia, hyperthermia or hypothermia and peripheral vasoconstriction. The nervous system may be affected with mood changes, nausea, dizziness, slowing of mental processes, malaise, hilarity, apprehension, paresthesias including tingling of fingers and toes, fasciculation of the lips and face, muscular twitching, visual and auditory hallucinations, general convulsions and epileptic seizures, loss of consciousness and collapse. At increased atmospheric pressures, vision may be affected. Symptoms may include photophobia, amblyopia, mydriasis, bilateral progressive constriction of visual field, impaired central vision, constriction of retinal vasculature, and possible loss of vision. However, no change in the visual fields or visual acuity was found after breathing pure oxygen for four and one-half hours at normal atmospheric pressures. Animal studies indicate exposure to oxygen under high pressure has caused hemolytic anemia. In pregnant women exposed to 100% oxygen for minutes, the response was a fetal cardiac rate which decreased and became variable. CHRONIC EXPOSURE: OXYGEN: Inhalation of pure oxygen for periods up to 16 hours per day for many days at atmospheric pressure has caused no observed injury to man. Administration at atmospheric pressures at concentrations of 60% and 80% may be followed by adverse effects, including severe cough, acute chest pain associated with a decrease in vital capacity, intra-alveolar edema and atelectasis. It is possible that prolonged low-level injury may produce severe fibrotic changes in the lungs. However, after a human was exposed to high concentrations of oxygen for 150 days, severe irreversible retinal atrophy occurred. Dogs exposed to pure oxygen for 48 hours were found to develop retinal and choroidal detachments. Reproductive effects have been reported in animal studies. SKIN CONTACT: ACUTE EXPOSURE: OXYGEN: No adverse effects have been reported from the gas. Due to rapid evaporation, the cryogenic liquid may cause frostbite with redness, tingling and pain or numbness. In more severe cases, the skin may become hard and white and develop blisters. CHRONIC EXPOSURE: OXYGEN: No adverse effects have been reported. EYE CONTACT: ACUTE EXPOSURE: OXYGEN: May cause irritation if not properly humidified. Due to rapid evaporation, the cryogenic liquid may cause frostbite with redness, pain and blurred vision. CHRONIC EXPOSURE: OXYGEN: No adverse effects have been reported. INGESTION: ACUTE EXPOSURE: OXYGEN: Ingestion of a gas is unlikely. If the cryogenic liquid is swallowed, frostbite damage of the lips, mouth and mucous membranes may occur. CHRONIC EXPOSURE: OXYGEN: No data available.
Part 12: Ecological Information
Not available
Part 13: Disposal Consideration
Dispose in accordance with all applicable regulations.
Part 14: Transport Information
U.S. DOT 49 CFR 172.101: PROPER SHIPPING NAME: Oxygen, refrigerated liquid (cryogenic liquid) ID NUMBER: UN1073 HAZARD CLASS OR DIVISION: 2.2 LABELING REQUIREMENTS: Nonflammable gas; Oxidizer PACKAGING AUTHORIZATIONS: EXCEPTIONS: 49 CFR 173.320 NON-BULK PACKAGING: 49 CFR 173.316 BULK PACKAGING: 49 CFR 173.318 QUANTITY LIMITATIONS: PASSENGER AIRCRAFT OR RAILCAR: Forbidden CARGO AIRCRAFT ONLY: Forbidden LAND TRANSPORT ADR/RID: SUBSTANCE NAME: Oxygen, deeply-refrigerated/Oxygen, refrigerated liquid UN NUMBER: UN1073 ADR/RID CLASS: 2 ITEM NUMBER: 7(a)/3O WARNING SIGN/LABEL: 2; 05/2; 05; 13 HAZARD ID NUMBER: 225 AIR TRANSPORT IATA/ICAO: PROPER SHIPPING NAME: Oxygen, refrigerated liquid UN/ID NUMBER: UN1073 IATA/ICAO CLASS: 2.2 SUBSIDIARY RISK: 5.1 MARITIME TRANSPORT IMDG: CORRECT TECHNICAL NAME: Oxygen, refrigerated liquid UN/ID NUMBER: UN1073 IMDG CLASS: 2(2.2) SUBSIDIARY RISK LABEL: Oxidizing agent EmS No.: 2-11 MFAG Table No.: 620 IMDG CODE PAGE: 2169

WE BELIEVE THE INFORMATION SOURCE IS RELIABLE AND THE INFORMATION IS ACCURATE AS OF THE DATE HEREOF, HOWEVER, ACCURACY OR COMPLETENESS IS NOT GUARANTEED AND NO WARRANTY OF ANY TYPE IS GRANTED.

Safety Talk : Bahaya-bahaya ditempat kerja

Berikut ini contoh bagaimana anda akanmenyampaikan materi dalam toolbox meeting sekali lagi ini hanya contoh: anda bisa mengembangkan sesuai dengan cara dan gaya anda sendiri.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi

Pada pagi hari ini, adalah giliran saya selaku rekan senasib sepenanggungan bagi rekan-rekan semua akan menyampaikan pesan-pesan keselamatan yang berkaitan dengan bahaya-bahaya yang selalu mengintai ditempat kerja dan bagaimana cara mengatasinya.

Bahaya-bahaya yang ada ditempat kerja ada bermacam-macam, bahaya-bahaya ini meliputti bahaya kecelakaan kerja, bahaya kebakaran tempat kerja dan bahaya timbulnya penyakit akibat kerja.

Bahaya kecelakaan kerja yang diperdiksi ditempat kerja kita diantaranya adalah bahaya jatuh dari ketinggian, bahaya tertimpa benda-benda keras, bahaya terpukul peralatan kerja, bahaya terjepit benda keras, bahaya terpukul peralatan kerja, bahaya terjepit benda keras, kekurangan oxigen bila berada dalam ruangan terbatas, bahaya tersengat listrik dan lain-lain yang apabila terjadi pada diri kita dapat menimbulkan cidera ringan sampai parah dan mungkin dapat menimbulkan kematian.

Kita juga dituntut harus menjaga bahaya kebakaran yang ditimbulkan diantaranya oleh mesin-mesin las yang tidak dilengkapi dengan kabel pentanahan, atau kabelnya terkelupas, atau tabung oxygen dan acitiline tidak dilengkapi dengan flas back arester, atau karena peletakan kabel pentanahan atau grounding yang tidak aman, bahaya kebakaran lainnya dapat ditimbulkan karena korek api, puntung rokok yang dibuang sembarangan, adanya gas-gas yang terjebak pada saat melakukan pengelasan, dan lain sebagainya.

Bahaya-bahaya timbulnya penyakit akibat kerja, misalnya fitter yang menggerinda tidak menggunakan gogle atau face shield terkena gram atau serpihan logam mengenai mata akan menimbulkan rabun mata dan bahkan bisa mengakibatkan buta, dan lain sebagainya.

Rekan-rekan sekerja sekalian.............!

Untuk mengetahui bahaya-bahaya yang ditimbulkan tadi ada jalan bagi kita sebagai pekerja adalah mematuhi ketentuan-ketentuan ataupun peraturan-peraturan keselamatan yang telah ditetapkan, dan tidak mengerjakan sesuatu yang bukan wewenangnya agar kita terhindar dari segala macam bahaya.

Misalnya kalau mau bekerja ditempat yang tingginya lebih dari 2 meter, pakailah safety body harnnes. Kalau hanya bekerja dibawah saja cukup kenakan topi keselamatan, safety glass dan sepatu keselamatan, kalau bekerja disekitar debu, kenakanlah masker debu dan sebaginya.

Rekan-rekan sekerja sekalian. Kiranya kita cukup dulu sampai disini materi kita pagi ini. Harapan semua, agar setiap hari kita pulang kerumah dalam keadaan aman, sehat dan tidak kurang suatu apapun.



PESAN KEPADA ANDA

1. Bekerjalah dengan baik sesuai dengan tugas utama anda
2. Jangan mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasnya
3. Perhatikan kondisi lingkungan kerja anda, laporkan segera kepada atasan anda, bilamana anda menemukan Bahaya
4. Pakailah alat pelindung diri anda dengan baik, dan disesuaikan dengan pekerjaan yang akan atau sedang anda lakukan
5. Jagalah selalu kebersihan dilokasi kerja anda
6. Cucilah tangan anda, sebelum makan, ingat kesehatan
7. Jangan bersenda gurau ditempat pekerjaan
8. Tempatkan diri anda ditempat yang aman, ingat bahaya selalu mengancam keselamatan kita
9. Berdo’alah sebelum bekerja

Terimakasih atas perhatiannya Semoga Allah SWT. Selalu melindungi kita semua amin.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb.


Safety First.....

Safety Talk : Alat Pelindung Diri Perorangan (Personal Protective Equipment)

Berikut ini salah satu contoh safety talk yang bisa anda terapkan pada saat toolbox meeting.
Anda bisa mengembangkannya sesuai dengan cara masing masing.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi

Saudara-saudara sekalian...............
Selamat bertemu kembali ditempat ini untuk bersama-sama kita memahami arti pentingnya keselamatan kerja terutama yang berkaitan dengan topik kita yaitu alat pelindung diri perorangan

Pemakaian alat pelindung diri perorangan bertujuan melindungi pemakai dari kemungkinan cidera, sebab bahaya / kecelakaan tidak mungkin dihilangkan sama sekali.

Demikian pula alat pelindung diri kita tersebut sama sekali tidak menghilangkan / mengurangi bahaya yang akan timbul karena bahaya dan kecelakaan masih mungkin terjadi karena faktor mekanis yang lain.

Macam dan fungsi alat pelindung diri perorangan

I. Pelindung Kepala (Safety Helmet)
Pelindung kepala digunakan jika terdapat kemungkinan cidera kepala akibat atau bentuk peristiwa yang lain

II. Pelindung Mata dan Wajah
- Kedok Las melindungi pemakai terhadap sinar ultra violet dan radiasi panas
- Burner Gogles dipakai pekerjaan las karbit dan hubungan dengan nyala
- Grinding Gogles dipergunakan pada pekerjaan menggerinda
- Chemikal Gogles mengindari mata dari percikan bahan kimia
- Dust Gogles melindungi pemakai sebagai penahan debu atau partikel

III. Pelindung Pernafasan
 Kemungkinan bahaya pernafasan antara lain : konsentrasi gas, uap, racun asap dan lain-lain.
 Kekuraangan Oxigen (Oxigen Deficiency)
 Mechanical Filtter Resfirator berfungsi mencegah terhirupnya deebu / partikel padat yang lain
 Chemical Catridge Respirator digunakan jika terdapatt kemungkinan terhirupnya uap, gas, asam beracun, pada konsentrasi tertentu
 Breathing apparatus dipergunakan untuk suatu kondisi lingkungan yang mengandung gas yang tinggi, uap beracun yang kuat, atau sama sekali tidak ada oxygen maka diperlukan suplai oksigen melalui persediaan yang ada dalam suatu botol yang bertekanan. Peralatan yang dimaksud pada umumnya dilengkapi dengan tabung yang berisi dengan oksigen / udara.

IV. Pelindung Pendengaran
Tujuan pemakaian adalah :
 Menghilangkan/mengurangi dari kondisi kebisingan
 Menghindari dari kerusakan alat pendengaran pada tubuh manusia

Mengurangi tingkat kebisingan berarti menciptakan dan mengembangkan kondisi kerja yang lebih baik, lebih nyaman, karena kebisingan dapat mengurangi efesiensi kerja.

Pengaruh tingkat kebisingan terhadap manusia :

Kurang dari 85 dB - Pada umumnya tidak mengganggu selama 8 jam
- Dapat menyakiti orang dan dapat peka pada jangka waktu lama
85 – 100 dB - Dapat merusak alat pendengaran manusia dalam jangka waktu lama

Lebih besar 120 dB - Dapat merusak alat pendengaran dalam jangka waktu lama
- Menyakitkan alat pendengaran
Alat pelindung telinga bertujuan mengurangi tingkat kebisingan.

Terdapat 2 (dua) jenis alat pelindung :
1. Ear Plug : Soft material, rubber, plastik\
2. Ear Muff

V. Pelindung Kaki
Safety shoes, Rubber Boat untuk lingkungan berair/becek, berlumpur, berminyak dan lain sebagainya
Safety shoes dalam industri harus mempunyai spesifikasi :
- Anti Slip
- Electrician Resistant
- Oil resistant
- Chemical Resistant
- Fire Resistant

VI. Pelindung Badan
Baju kerja (over all)
Appron penutup tubuh bagian depan
Safety Body Harnnes dll.


Terimakasih atas perhatiannya Semoga Allah SWT. Selalu melindungi kita semua amin.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb.


Safety First.....

PEDOMAN TEKNIS PERANCAH / SCAFOLDING

Sesuai dengan :
SKB Menaker & PU
No 174/Men/1986 & 104/Kpts/1986


TUJUAN UMUM
• Perancah harus dibuatkan untuk semua pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan secara
aman pada suatu ketinggian.

• Perancah hanya dapat dibuat dan diubah oleh
– Pengawas yang ahli dan bertanggung jawab
– Orang-orang yang ahli

BAHAN-BAHAN PERANCAH
• Dalam membuat perancah harus digunakan bahan yang baik.
• Kayu yang akan digunakan harus berurat lurus, padat, tidak ada mata kayu yang
besar, kering, tidak membusuk, tidak ada lubang ulat dan kerusakan lain yang dapat
membahayakan.
• Tali baja yang telah terkena asam atau atau bahan kimia, karat, tidak boleh
digunakan.
• Tali serat tidak dapat digunakan.
• Papan harus tahan retak atau pecah.
• Paku harus mempunyai panjang dan tebal yang cukup.
• Paku besi yang getas (cast iron) tidak boleh digunakan.
• Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan perancah harus disimpan dengan baik dan
jauh dari material yang berbahaya.
• Pengikat untuk perancah kayu harus berupa baut besi dengan ukuran yang memadai,
cincin penutup, sekrup dan lain-lain pengaman yang dibutuhkan.

KONSTRUKSI
• Perancah harus dihitung dengan safety factor 4 x beban maksimum.
• Perancah harus diberi tangga untuk berjalan dan fasilitas pengaman lainnya.
• Perancah tidak boleh terlalu tinggi di atas angkur yang tertinggi.
• Perancah harus terikat kuat ke segala arah (x,y,z) dan stabil sampai perancah
dilepas.
• Pondasi perancah harus kuat dan stabil.
• Batu bata, pipa, bahan lain yang rusak tidak boleh dipakai untuk penahan perancah.
• Bila diperlukan, perancah dilengkapi dengan safety net atau sejenis untuk
menghindari benda yang terjatuh.
• Paku harus tertanam penuh, tidak boleh separuh dan kemudian dibengkokkan.

PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN
• Perancah sebelum dipakai harus diperiksa oleh orang yang berwenang untuk
meyakinkan :
– Perancah dalam kondisi stabil
– Bahan yang dipakai tidak rusak
– Sudah diberi pengaman
– Cukup aman untuk digunakan.
• Perancah harus diperiksa oleh tenaga ahli yang berwenang :
– Minimum 1x seminggu
– Sesudah cuaca buruk atau gangguan dalam masa pembangunan yang agak
lama.
• Setiap bagian perancah harus diperiksa sebelum dipasang.
• Setiap bagian perancah harus dipelihara dengan baik dan teratur sehingga tidak ada
yang rusak atau membahayakan waktu dipakai.

PERLENGKAPAN PENGANGKAT PADA PERANCAH
• Bila perlengkapan pengangkat digunakan pada perancah :
– Bagian-bagian dari perancah harus diperiksa dengan cermat dan kalau perlu diperkuat.
– Setiap pergeseran tiang penyangga dan atau putlog harus dicegah.
– Di tempat alat pengangkat dipasang, tiang penyangga harus dihubungkan erat pada
bagian bangunan yang kuat.
• Bila pelataran alat pengangkat tidak menggunakan tali pengaman sehingga muatan
yang diangkat dapat mengganggu perancah, harus dipasang pengaman vertikal untuk
mencegah alat pengangkat menyangkut pada perancah.

PENGGUNAAN PERANCAH
• Perancah tidak boleh menerima beban kejut yang besar.
• Untuk mencegah muatan beradu dengan perancah, gunakan tagline yang dikaitkan ke
muatan.
• Distribusi gaya muatan harus merata.
• Beban/gaya muatan tidak boleh melebihi kapasitas yang ditentukan.
• Perancah tidak boleh dipakai untuk menyimpan bahan-bahan kecuali bahan yang segera
dipakai.
• Tenaga kerja tidak boleh bekerja dekat perancah sewaktu angin kencang.
• Bahan-bahan perancah harus dipasang dengan hati-hati.

PLATFORM / PELATARAN KERJA
• Semua perancah dimana tenaga kerja berada harus dilengkapi dengan platform untuk
bekerja.
• Pelataran kerja tidak boleh ditumpangkan pada serambi atap, penampung air hujan,
penangkal petir atau bagian-bagian lain yang tidak semestinya.
• Pelataran kerja tidak boleh digunakan sebelum betul-betul selesai dan diberi
pengaman.
• Pelataran kerja harus dipasang minimal 1 meter di bawah puncak tiang vertikal.
• Pelataran kerja harus dilengkapi papan pengaman kaki (toe board) berukuran tebal
minimal 2,5 cm dan lebar minimal 15 cm.
• Papan pelataran kerja harus menonjol keluar dari tempat tumpuan maksimal
sejarak 4 x tebal papan.
• Papan pelataran kerja harus mempunyai tebal yang sama.
• Setiap papan pelataran kerja harus ditumpu minimal 3 tumpuan, kecuali bila jarak
tiang vertikal dan tebal papan dapat menjamin aman terhadap guling atau lengkung.
• Pelataran harus terkonstruksi kuat sehingga tidak ada pergeseran selama pekerjaan
berlangsung.

GANG, RAMP DAN JALUR PENGANGKUT
• Gang-gang tempat berjalan maupun tempat transportasi bahan-bahan harus sedemikian
rupa sehingga tidak goyang, melendut atau ambruk akibat pembebanan maksimal yang
bekerja.
• Lebar gang, ramp dan jalur pengangkut bahan ≥ 60 cm dan kemiringannya tidak
melebihi 1:4.
• Pasang pagar pengaman setinggi 1m bila ketinggian gang, ramp dan jalur pengangkut
bahan ≥ 2m di atas permukaan tanah.
• Ramp dan jalur pengangkut bahan untuk jalan masuk kendaraan harus kuat dan stabil
serta mempunyai kemiringan dan lebar yang aman.

PERANCAH FRAME
• Frame berbeda tidak boleh berpasangan.
• Perancah harus aman terhadap pergeseran vertikal.
• Frame harus dijepit sempurna.

PERANCAH PIPA
• Dibuat dari material yang baik : pipa baja berlapis timah (galvanized steel).
• Safety Factor 4.
• Perancah tidak boleh dipasang dengan jarak < 5m dari jaringan dan peralatan listrik.
• Pipa harus lurus, bebas dari karat dan perubahan bentuk.
• Pipa harus mempunyai ukuran dan kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang
diterima dan diameter minimal 5 cm.

Pemasangan Pipa Vertikal
• Muatan berat : 350 kg/m² → jarak tiang vertikal ≤ 1,8 m
• Muatan ringan : 125 kg/m² → jarak tiang vertikal ≤ 2,3 m
Pemasangan Pipa Horizontal Memanjang
• Dipasang pada tiang vertikal.
• Menghubungkan ≥ 2 ruang di antara tiang vertikal.
• Sambungan harus dengan tiang vertikal.
• Sambungan tidak boleh tepat satu garis lurus di atas dan di bawahnya.
• Jarak vertikal antara pipa ≤ 2 m.
Pemasangan Pipa Horizontal Melintang (Putlog)
• Muatan berat → jarak ≤ 90cm
• Muatan ringan → jarak ≤ 1,15m
Angkur Perancah Pipa
• Tiang vertikal pertama dan terakhir harus diangkur pada bangunan melalui pipa
angkur.
• Tiang vertikal bagian tengah harus diangkur secara selang seling.

PERANCAH PERSEGI
• Jarak antar perancah ≤ 1,5 m.
• Maksimal 3 tingkat.
• Tingkat-tingkat harus diperkuat satu sama lain dengan bracing.

PERANCAH TUPANG SUDUT
• Jarak ≤ 1,8 m.
• Lebar pelataran ≤ 1,5 m.
• Pelataran dipasang pada balok penyangga.
• Tidak boleh dipakai untuk menyimpan bahan-bahan.

PERANCAH TUPANG JENDELA
• Hanya digunakan pada jendela dimana perancah ditempatkan dan hanya seorang pekerja
yang boleh bekerja.
• Perancah yang berdampingan tidak boleh dihubungkan dengan papan.
• Perancah tidak boleh digunakan penumpu untuk perancah lainnya.


PERANCAH BERGERAK
• Hanya dapat digunakan pada permukaan keras.
• Tinggi perancah maksimal 4 x lebar.
• Harus dilengkapi rem pengunci.
• Orang tidak boleh di atas perancah yang sedang bergerak.
• Semua bahan/alat yang dapat terjatuh harus disingkirkan dari pelataran sebelum
menggerakkan perancah.

MSDS Minyak Solar

Description
Minyak solar adalah bahan bakar jenis distilat berwarna kuning kecoklatan yang jernih.

Penggunaan minyak solar pada umumnya adalah untuk bahan bakar pada semua jenis mesin diesel dengan putaran tinggi (diatas 1.000 RPM), yang juga dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pada pembakaran langsung dalam dapur-dapur kecil, yang terutama diinginkan pembakaran yang bersih. Minyak solar ini biasa disebut juga Gas Oil, Automotive Diesel Oil, High Speed Diesel.

Specification
NO Karakteristik UNIT Batasan Metode Uji ASTM/lain
MIN MAX ASTM IP
1 Angka Setana 45 - D-613
2 Indeks Stana 48 - D4737
3 Berat Jenis pada 150 C Kg/m3 815 870 D-1298 / D-4737
4 Viskositas pada 40 0 C Mm2/sec 2.0 5.0 D-445
5 Kandungan Sulfur % m/m - 0.35 D-1552
6 Distilasi : T95 °C - 370 D-86
7 Titik Nyala °C 60 - D-93
8 Titik Tuang oC - 18 D-97
9 Karbon Residu merit - Kelas I D-4530
10 Kandungan Air Mg/kg - 500 D-1744
11 Biological Grouth - Nihil
12 Kandungan FAME % v/v - 10
13 Kandungan Metanol & Etanol % v/v - D-4815
14 Korosi bilah tembaga Merit - Kelas I D-130
15 Kandungan Abu % m/m - 0.01 D-482
16 Kandungan Sedimen % m/m - 0.01 D-473
17 Bilangan Asam Kuat mgKOH/gr - 0 D-664
18 Bilangan Asam Total mgKOH/gr - 0.6 D-664
19 Partikulat Mg/l - - D-2276
20 Penampilan Visual - Jernih
21 Warna No.ASTM - 3.0 D-1500

Spesifikasi sesuai Surat Keputusan Dirjen Migas 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006

CONTACT PERTAMINA
Fix Phone : 500 000 (from all cities in Indonesia)
Phone : +62 21 7917 3000
Fax : +62 21 7972 177
SMS : +62 21 7111 3000
E-Mail : pcc@pertamina.com
© 1996 - 2008 PT Pertamina (Persero) Corporate Website

Apakah MSDS itu ?

MSDS adalah kependekan dari material safety data sheet memuat informasi mengenai sifat-sifat zat kimia, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengunaan zat kimia, pertolongan apabila terjadi kecelakaan, penanganan zat yang berbahaya.
Seberapa pentingkah MSDS ?
Data dari MSDS sangat penting dalam penyimpanan, penanganan, pemakaian, pembuangan zat kimia. Data MSDS merupakan protokol standar keamanan dan keselamatan kerja.
Bagaimanakah cara membuat MSDS ?
MSDS berisi informasi mengenai sifat-sifat fisik maupun sifat kimia dari suatu zat mulai dari penyimpanan, penanganan, pemakaian, pembuangan zat kimia, dampak bagi lingkungan dll.
Siapa sajakah yang mengunakan MSDS ?
MSDS merupakan protokol keselamatan dan keamanan kerja, digunakan secara luas didalam laboratorium, industri, serta pihak-pihak yang bekerja dengan zat-zat kimia.

HSSE Police


Baik ini coba saya lampirkan SHE police dari salah satu kontraktor. ini hanya contoh, setiap perusahaan memiliki SHE police sendiri. barangkali bisa dijadikan referensi.

PEMANTAUAN FAKTOR KIMIA DI LINGKUNGAN KERJA

Pengukuran dimaksudkan untuk
mengetahui bahaya potensial bahan kimia dan pengendaliannya.
menilai efek bahan kimia yang berbahaya,
Pengukuran kadar bahan kimia dengan
detektor gas atau impinger, untuk bahan-bahan kimia berupa gas,uap dan mist.
untuk bahan kimia berupa debu dapat menggunakan personal dust sampler, high/low volume dust sampler, hijet dust sampler, electrostatic precipitator.
Pengukuran kadar kontaminan di lingkungan kerja hendaknya dilakukan secara periodik untuk mengetahui kadar rata-rata dan akan segera diketahui bila ada kebocoran-kebocoran dari pipa-pipa pada suatu proses

Maksud dan tujuan monitoring:

Menyelidiki ruang kerja sehubungan dengan keluhan tenaga kerja
Meyakinkan adanya kontaminan
Menentukan kadar kontaminan
Menentukan efektivitas alat pengendali
Riset dan penelitian

Informasi Pendahuluan yang harus diketahui

Proses produksi, peralatan, mesin
Bahan yang dipakai
Cara pemakaian
Jumlah tenaga kerja
Lama pemaparan (jam kerja, sistem kerja)
Alat pengendalian yang digunakan
Produk samping yang dihasilkan
Sumber informasi yang dapat digunakan.:
Keluhan tenaga kerja, pengawas k3 dll
Catatan kesehatan karyawan
Majalah, journal, surat kabar, semua media komunikasi
Laporan-laporan penelitian yang tidak disebar luaskan.

Survey pendahuluan dilakukan dengan tujuan menghemat waktu, biaya dan tenaga yang meliputi :

Ketata rumah tanggaan perusahaan, sanitasi perusahaan
Bahan baku, hasil samping, hasil produksi
Sumber-sumber kontaminasi baik fisik maupun kimia,
Alat pengendali yang digunakan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel

Titik pengambilan sampel
pada sumber kontaminan
pada daerah penghirupan tenaga kerja
pada daerah sekitar proses
Lama pengambilan sample tergantung pada
Jenis alat, metode, perkiraan konsentrasi
Jumlah sample tergantung pada tujuan
dua kali bila digunakan untuk efektiviatas pengendalian
banyak bila untuk melihat rata-rata perhari
Periode pengambilan sampel
selama 24 jam ( 3 shift), tiap-tiap musim


Membandingkan Hasil Pengukuran dengan Standar.


Langkah berikutnya dalam mengevaluasi lingkungan kerja adalah membandingkan hasil pengukuran dengan standar yang ada, baik standar nasional ataupun standar internasional.

NILAI AMBANG BATAS

• Nilai ambang batas adalah kadar dimana tenaga kerja sanggup menghadapinya dengan tidak menunjukkan penyakit atau kelainan dalam pekerjaan mereka sehari-hari untuk waktu 8 jam sehari dan 40 jam seminggu.
Kegunaan dari NAB
• Sebagai standar untuk perbandingan.
• Pedoman perencanaan dan disain teknologi pengendalian
• Substitusi bahan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya
• Membantu menentukan gangguan kesehatan atau timbulnya penyakit akibat kerja

NAB Faktor Kimia

• Surat Edaran Menaker No. 01/MEN/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Lingkungan Kerja.
Dibedakan tiga kategori :
1 NAB rata-rata selama jam kerja
2 NAB batas pemaparan singkat
(PSD / Pemajanan Singkat yang Diperkenankan)
3 NAB tertinggi
(KTD / Kadar Tertinggi yang Diperkenankan)

JALAN MASUK ZAT KIMIA KE DALAM TUBUH

Zat-zat kimia dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui :
1. Saluran pencernaan (tertelan)
2. Kulit ( Kontak dengan kulit)
3. Saluran pernapasan (terhirup)
Faktor yang mempengaruhi Tingkat Bahaya suatu zat kimia
 Toksisitas
Toksisitas memperhitungkan berat dan lamanya suatu efek berlangsung
 Dosis
Dosis tergantung dari konsentrasi bahan kimia yang terpapar dan lamanya pemaparan
 Respon individu
misal : usia, status kesehatan, kebiasaan merokok, status gizi, aktivitas fisik.

BAHAYA BAHAN-BAHAN KIMIA

Pengaruh bahan kimia terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam industri dapat dibagi dalam 2 katagori :
1. Bahaya Fisik
Yaitu bahan-bahan kimia yang menyebabkan peledakan, kebakaran atau reaksi kimia yang hebat.
2. Bahaya Kesehatan ( Health Hazard )
Yaitu bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit atau luka bila dihirup, ditelan atau disentuh.

Bahaya Fisik

Contoh dan definisi bahaya fisik sebagai berikut :
1. Bahan kimia mudah meledak (Explosive Chemicals) DEFINISI: Meledak pada suhu dan tekanan tinggi Contoh: Nitrogliserin, TNT
2. Bahaya Kebakaran (Fire Hazards) DEFINISI: Pyrophorics Menyala secara spontan dalam udara pada suhu 130 0 F (54 0 C) atau kurang. Contoh: Diborane
3. Flammable DEFINISI : Menyala pada suhu dibawah 100 0 F ( 38 o C), CONTOH: CO tulen.
4. Combustible DEFINISI: Menyala pada suhu 38 0 C atau lebih CONTOH: Cycloheksanone
5. Oxidizer DEFINISI: Menyebabkan atau menunjang kebakaran pada zat kimia lain CONTOH: Cycloheksanone
6. Bahan Kimia Reaktif(Reactive Chemical)- Water Rective DEFINISI: Menimbulkan gas yang mudah terbakar atau beracun bila kontak dengan air atau uap air. CONTOH: Li, Na, K, CaO
7. Acid Reactive DEFINISI: Menimbulkan gas yang mudah terbakar atau beracun bila kontak dengan asam. CONTOH: KCl O3, K Mn O4
8. Unstabel DIFINISI: Mengalami perubahan yang berbahaya pada berbagai keadaan misalnya goncangan, suhu dan tekanan. CONTOH: Styrene

Bahaya Kesehatan
Bahaya Kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi :
- Zat kimia penyebab iritasi (irritans), contoh: gas SO2
- Zat kimia korosif (Corrosives) , Contoh: Fenol, asam sulfat, Asam kromat, asam klorida, natrium hidroksida.
- Zat kimia penyebab alergi (Sensitizers) , contoh: Nikel, Asam format.
- Zat kimia yang menyerang organ tubuh yang specifik (target Organ Chemicals), contoh: Tetrakloretan, Silika.
- Zat kimia penyebab reproduksi (Reproductive Hazards), contoh PCBs, Pb
- Zat kimia penyebab kanker (Carcinogens)

Bentuk fisik bahan-bahan kimia
zat padat
zat cair
gas.
uap.
mist / kabut
debu
fume

• Kebanyakan dari zat-zat berbahaya yang melayang di udara (air borne hazards) tidak dapat dilihat oleh mata.
• Air borne hazards juga dapat menyebar dengan mudah ke tempat-tempat kerja yang berdekatan dengan sumber kontaminan dan menyebabkan pekerja-pekerja lain terpapar.
• Menurut definisi zat padat dan zat cair tidak tergolong airborne, tetapi kedua zat ini dapat menjadi air borne bila dipanaskan (zat cair menjadi uap dan mist, dan zat padat menjadi fume) atau dihancurkan/digerinda (zat padat menjadi debu).

BAHAYA BAHAN-BAHAN KIMIA

Semua bahan kimia baik yang sudah dikenal luas ataupun masih asing bagi kita memiliki potensi bahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Bahaya bahan-bahan kimia ini disebabkan karena bahan kimia memiliki unsur reaktif dimana dia dapat bereaksi apabila dipadukan dengan bahan lain. Pengaruh dari bahan-bahan kimia terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam industri umumnya terbagi menjadi 2 katagori :
1. Bahaya Fisik
Yaitu bahaya-bahaya yang bersifat fisik atau kasat mata dimana bahan kimia tersebut dapat menyebabkan peledakan, kebakaran atau reaksi kimia yang hebat.
2. Bahaya Kesehatan ( Health Hazard )
yaitu bahaya yang dapat menimbulkan penyakit dan atau menyebabkan luka bila dihirup, ditelan atau disentuh.

Bahaya Fisik

Berikut ini contoh dan definisi bahaya fisik sebagai berikut :
1. Bahan kimia mudah meledak (Explosive Chemicals) bahan kimia jenis ini dapat meledak pada suhu dan tekanan tinggi Contoh: Nitrogliserin, TNT
2. Bahaya Kebakaran (Fire Hazards) bahan kimia jenis ini merupakan bahan Pyrophorics yang Menyala secara spontan dalam udara pada suhu 130 0 F (54 0 C) atau kurang. Contoh: Diborane
3. Flammable artinya bahan kimia jenis ini dapat Menyala pada suhu dibawah 100 0 F ( 38 o C), CONTOH: CO tulen.
4. Combustible artinya bahan kimia jenis ini dapat menyala pada suhu 38 0 C atau lebih CONTOH: Cycloheksanone
5. Oxidizer artinya bahan kimia jenis ini dapat menyebabkan atau menunjang kebakaran pada zat kimia lain CONTOH: Cycloheksanone
6. Bahan Kimia Reaktif(Reactive Chemical)- Water Rective artinya bahan kimia jenis ini dapat menimbulkan gas yang mudah terbakar atau beracun bila kontak dengan air atau uap air. CONTOH: Li, Na, K, CaO
7. Acid Reactive artinya bahan kimia jenis ini dapat menimbulkan gas yang mudah terbakar atau beracun bila kontak dengan asam. CONTOH: KCl O3, K Mn O4
8. Unstabel artinya bahan kimia jenis ini dapat mengalami perubahan yang berbahaya pada berbagai keadaan misalnya goncangan, suhu dan tekanan. CONTOH: Styrene

Bahaya Kesehatan
Bahaya Kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi :
- Zat kimia penyebab iritasi (irritans), contoh: gas SO2
- Zat kimia korosif (Corrosives) , Contoh: Fenol, asam sulfat, Asam kromat, asam klorida, natrium hidroksida.
- Zat kimia penyebab alergi (Sensitizers) , contoh: Nikel, Asam format.
- Zat kimia yang menyerang organ tubuh yang specifik (target Organ Chemicals), contoh: Tetrakloretan, Silika.
- Zat kimia penyebab reproduksi (Reproductive Hazards), contoh PCBs, Pb
- Zat kimia penyebab kanker (Carcinogens)

Adapun Bentuk fisik dari bahan-bahan kimia diantaranya adalah:
  • zat padat
  • zat cair
  • gas.
  • uap.
  • mist /kabut
  • debu
  • fume

• Kebanyakan dari zat-zat berbahaya yang melayang di udara (air borne hazards) tidak dapat dilihat oleh mata.
• Air borne hazards juga dapat menyebar dengan mudah ke tempat-tempat kerja yang berdekatan dengan sumber kontaminan dan menyebabkan pekerja-pekerja lain terpapar.
• Menurut definisi zat padat dan zat cair tidak tergolong airborne, tetapi kedua zat ini dapat menjadi air borne bila dipanaskan (zat cair menjadi uap dan mist, dan zat padat menjadi fume) atau dihancurkan/digerinda (zat padat menjadi debu).
Bahaya bahan-bahan kimi dapat berakibat sangat buruk, baik yang terjadi langsung atau yang terpapar dalam jangka waktu yag panjang. untuk itu sangat dianjurkan untuk membaca material safety data sheet dari setiap bahan kimia yang digunakan dan melakukan upaya pencegahan sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

Klasifikasi Bahan Kimia

Klasifikasi bahan kimia diperlukan untuk memudahkan pengenalan serta cara penanganan dan transportasinya.
Secara umum bahan kimia diklasifikasikan menjadi ::
1. Bahan Kimia Beracun :
Adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia atau makhluk hidup lainnya.
a. Logam, contoh : Pb, Hg, As
b. Bahan pelarut, contoh : etanol, chloroform, benzene
c. Gas beracun, contoh : CO, HCN, H2S
d. Karsinogen, contoh : benzen, asbes
e. Pestisida, contoh : organoklorin, organophosphat

2. Bahan Kimia Korosif :
Adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan (visible destruction) / kerusakan yang permanen pada jaringan hidup atau bahan kimia yang dapat memakan (eating away) bahan-bahan tertentu termasuk jaringan tubuh manusia. Contoh : asam klorida, NaOH

3. Bahan Kimia Mudah Meledak
Yaitu bahan-bahan kimia yang peka terhadap suhu dan tekanan yang tinggi, dan atau goncangan yang mendadak misalnya terbentur atau terjatuh. Contoh : TNT, Nitrogliserin.

4. Bahan Kimia Mudah Terbakar
Yaitu bahan-bahan kimia yang dapat dengan mudah menyala/terbakar seperti : satu, Zat padat mudah terbakar, Contoh : belerang, pospor, kapas dan debu organik lainnya.
yang kedua, Zat cair mudah terbakar, Contoh : eter, alkohol, aseton, ester, karbon disulfida. dan yang ketiga, Gas mudah terbakar, Contoh gas alam, hidrogen, asetilen, etilen oksida
5. Bahan Kimia Oksidator
Yaitu bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan atau menunjang terjadinya suatu kebakaran. Contoh : hidrogen peroksida, bensil peroksida

6. Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air dan Asam
Yaitu bahan-bahan kimia yang jika kontak dengan air/uap air atau asam, dapat mengakibatkan reaksi yang hebat, kebakaran / peledakan. Ini disebabkan zat-zat tersebut bereaksi secara eksotermis (mengeluarkan panas) atau mengeluarkan gas beracun atau gas yang mudah terbakar (misalnya hidrogen). Contoh :reaktif terhadap air :Li, Na, CaO reaktif terhadap asam : KMnO4, KClO3
7. Gas Bertekanan
Gas bertekanan tinggi telah banyak digunakan dalam industri maupun laboratorium. Bahaya dari gas tersebut pada dasarnya adalah karena tekanan tinggi dan juga efek yang mungkin bersifat racun, asfiksian, korosif dan mudah terbakar. Contoh gas bertekanan : asetilen, amonia, etilen oksida, hidrogen, nitrogen, klor.

Catatan Saku

kami hanya berdua, melaju diatas sepeda motor tanpa arah. erat tangannya mendekap. seolah takut dinginnya malam kan menyusup kedalam hati. sengaja ku biarkan kata-kata itu tertinggal disepanjang perjalanan. dia diam saja menatap gelap.

Butir-butir Kerinduan

yang pasti aku akan merindukanmu lekas setelah jalanan ini melewati bukit bukit. perlahan tapi pasti, ia akan dibesarkan jarak yang ku tempuh dan waktu yang terlewati. binar wajahmu tatkala malam menjelang, bening rupamu dibias senja keemasan, teguh anggunmu diantara hijaunya sang hari beningnya embun dimatamu serpih keajaiban yang menyatu. segalanya akan sentiasa kurangkum di setiap bait keindahan beserta lekuk gunung pasir.

Cukup

maaf aku sudah kenyang, sedari malam makan kebanyakan. isi perutku penuh dengan cabai yang muncrat dari perutmu. ususku kelabakan menampung keluh kesahmu. tak butuh lagi hidangan penutup atau minuman yang me.buatku lupa dengan siapa diriku. satu satunya yang ku jarapkan sekarang, kau diam!

Pertanda-Pertanda




tidakkah kebetulan hanya khiasan kata-kata, ketika seluruh jagad menjengukmu dengan bahasanya. mengisyaratkanmu untuk tetap berdiri pada takdirmu. tidakkah gemerincing air sungai mengisyaratkan tentang kedalaman laut? tidakkah putik mengabarkan akan kehadiran bebuahan? tidakkah kebisuan tanah menyimpan magma yang menyala? alam slalu menyediakan apa yang kau minta, hanya saja kau harus mengenali bahasanya.

Blog Archive

Hasil Pencarian